![]() |
| Gunung Welirang nan Indah |
Post pertama
Malam ini malam jum’at, malam yang indah karena bulan pun tak malu-malu menampakkan semua sisi tubuhnya. Terangnya sinar bulan tak kuhabiskan untuk melihat sang bulan, padahal bintang pun ikut-ikutan nampak. Menambah eksotisnya langit. Tapi malam yang begitu indah untuk dinikmati tak kulewatkan dengan baik. Jadilah malam yang biasa, inilah virus libur kuliah membuatku banyak menghabiskan waktu sia-sia. Walaupun begitu mempesonanya malam tak menggodaku untuk sejenak keluar dan menikmatinya. Kulewatkan hanya dengan menonton acara televisi yang banyak digemari teman-teman asramaku, OPERA VAN JAVA. Hahaha, wkwkwkwk, lucu, peran ajiz gagap dengan sok kepolosannya, kasian dia sering dijailin ma temen-temenya, tapi memang lucu. Ditambah kekonyolan sang dalang parto, lawakan khas sule, keganasan wanita yang diwakili nunung, ditambah gantengnya andre, memang komposisi yang pas. Menonton lawak sejenak melupakan kepenatan menganggur tanpa aktifitas.
bingung, angin apa yang membawa aa latif kepadaku, dia menawari untuk mendaki gunung welirang dan arjuno, yang tingginya, 3100 meter dan 3200 meter. Angka fantastis untuk sebuah ketinggian gunung. Aku pun berfikir sejenak, menimbang dengan cepat keuntungan dan kerugian, termasuk resiko. Ah sudahlah, sudah lelah menganggur di asrama. Akhirnya, kusetujui permintaan aa latif untuk mendaki gunung. setelah ada anggukan dariku, dia memantapkan sekali lagi, karena memang sangat beresiko, apabila tidak benar-benar siap mental dan fisik. Kubalas dengan anggukkan mantab. Kemudian menjelaskan peralatan yang harus dibawa. Selain peralatan pribadi untuk mencegah kedinginan, aku pun kebagian untuk membawa lima bungkus mie, dan tentu sepeda motorku. sebelum pergi dia b“jangan lupa Berangkat jum’at malam jam sepuluh”. “oke” tegasku
===
Pagi keesokan harinya kubangun dengan wajah cerah. Setelah shalat subuh dan membaca Qur’an satu ruku’, kuingat-ingat peralatan yang diharuskan untuk dibawa “sarung tangan lum ada, jaket, ehm sudah ada, jaket pink ku sudah cukup hangat, sepatu kaos kaki ada, sepatu futsal, tapi kurang nie kaos kaki buat cadangan, gimana yach? oya ada hamim tinggal minjem ja denk, mie beli kewarung belakang, syip deh sudah lengkap peralatanku”
===
Jam 10. 11 malam. Setelah packing. Hanya tinggal menunggu mas hasanuddin. Pecinta alam sebagai Pemandu perjalanan mengaruni gunung wilerang dan arjuna. Agak telat memang dari jadwal yang dijanjikan. Mas hasan datang 22. 35 WIB.
Setelah dirasa sudah siap dan mantap, perjalanan pun dimulai. Walaupun sebenarnya sepeda motorku tidak sehat. Gir rantai sudah lancip, saatnya untuk diganti, Ban belakang goyang, mungkin klahernya, sehingga apabila motor berjalan dibawah 40 KM/jam terasa goyangan dari ban. Tapi itu tidak kuhiraukan. Lampu depan juga tidak fokus, stop kontaknya sering error jadi kadang hidup kadang mati. Tak masalahlah, mungkin kekuatan do’a akan menghindari dari hal yang tidak diinginkan. Dari iain, menembus Jl. A. Yani dan berhenti sebentar di pom bensi aloha, mengisi bensin sepuluh ribu. Dari pada di pinggir jalan yang bukan pom, memakai botol yang isinya belum tentun satu liter. Angin ban pun di isi dahulu dipom ini, karena pom menyediakan pengisian radiator dan angin gratis. Perjalanan dilanjutkan, menembus sidoarjo sampai diawal pandaan
....BERSAMBUNG....







Tidak ada komentar:
Posting Komentar