Indonesian Blogger

Banner iskaruji dot com

Minggu, 01 Januari 2012

Sang laki-laki subversif (renungan jati diri)

YUI

Aku lah laki-laki, dibekali rasionalisasi, jauh dari pendekatan hati, Mungkin ini takdir ilahi, Tak bisa mengelak walau diri berkehendak.
Inilah yang kualami, Kau tahu, ketika “CINTA” datang, Raga seakan mengerang, tak boleh ada sebutir pun penghalang, Ingin lekas menerjang, memeroleh Sang Pujaan, belum bisa mendapatkan, kugunakan sejuta akal bulusku, kukerahkan semua perhatianku, ketika sudah terpuas, rasa “cinta” seakan memalas, Ingin meninggalkan dan jauh pergi, tanpa terfikir dirimu lagi, Bila tak bisa...... berhasrat mencari lagi, Sudah ketahuan, memohon pengampunan, Tak akan lagi terulang.........,Tapi hanya sebagai obat penenang.
Sakit hati bukanlah ciri aku sang lelaki, Mungkin bisa, tapi hanya bertahan sehari dua hari, Setelah itu, mataku akan melirik sana sini, Mencari sang pengganti. Jangan harap aku ikut menangis karena kepergianmu (putus), karena mataku sudah kufokuskan pada pencarian lain yang lebih menantang.

Berbohong (dalam hubungan) sudah pelajaranku, menggombal adalah keahlianku, berkelid makananku, tak tahu diri sifat yang menempel pada diriku. Menilaiku baik adalah salamu.

“CINTA” silih berganti, “cinta” itu jamak, bila memilih pada satu pilihan, suatu kerugian besar, Apalagi ikatan hanya “pacaran”, Bilang saja kau sudah tak perhatian, kau begitu egois, tak tak lagi sayang, Hubungan akan berakhir sekedipan, atau akan kucari seribu alasan yang pasti manjur menghancurkan hubungan. Itulah aku sang rasionalis-picik.

Wahai wanita, berhati-hatilah dengan aku sang lelaki, Karena itu bisa “jebakan” yang melenakan, Jangan cepat menilai dan memutuskan kalau tak mau berakhir tragis dan menyesal tanpa ada ampun......sekali lagi kuingatkan berhati-hatilah dengan aku sang lelaki. Karena aku selalu “mengincarmu”.
Tertanda Sang Lelaki BEJAT ingin BERTOBAT








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda terinspirasi?