Indonesian Blogger

Banner iskaruji dot com

Jumat, 30 Desember 2011

Ibu dan Waktu (rekflesi Hari Kartini)

Ibu Kartini
Belumkah juga Aku tersadar begitu cepat-melesatnya waktu telah berjalan,  nyawa ini semakin lama semakin terkikis-habis, hanya belum terbangun untuk menyadari dan memahami dunia telah berubah, walaupun sebenarnya Aku mengetahuinya, sejak dahulu. (Itulah kebodohanku... )
Termenung sejenak dalam keheningan malam. Mengingat memori duhulu, masa kanak-kanak ketika masih duduk manis dibangku Sekolah Dasar, bermain, menangis, makan lontong sayur 300 rupiah, es 50 rupiah, rutinitas yang tak pernah lepas dari ingatanku. Nilai merah untuk mata pelajaran IPA, IPS dan MTk, selalu saja hadir dalam raporku. (maaf Umi.....terima kasih kasih sayangmu).
Dulu masih dalam pangkuan ibunda, merengek meminta mainan, sekarang sudah masanya untuk membalas jasa beliau, walaupun pengorbanan beliau jelas tak akan terbalas walau dengan dunia dan seisinya. Berkeriput sudah tangan dan wajah ibunda. sirna sudah masaku digendongannya, tapi belum juga kusiapkan perbekalan untuk membalas jasa beliau.
Kini telah tumbuh dewasa. Tapi, masih juga tak bisa mendewasakan perilaku dan pikiranku. Masih berkutat dengan pesona ‘kekanak-kanakan’ padahal pintu kedewasaan usia telah diambang, dipelupuk mata. 21 tahun sudah Aku menghirup dan melepaskan udara ke alam bebas. Tapi, serasa begitu cepatnya. Semester enam sudah kujalani perkuliahan, tapi belum kukemas bekal untuk pulang. Ilmu apa yang akan kuhadiahkan bagi perjuangannya yang begitu berat dan keras sampai Aku dapat menikmati bangku kuliah seperti saat ini???
Begitulah diriku, begitulah waktu......Waktu tak pernah berkompromi denganku, tak sedetikpun berhenti untuk sejenak mengingatkanku akan amat sangat pentingnya menghargai waktu. Waktu sudah tak mau membantuku lagi untuk mengembalikan diriku pada keadaan dimana Aku akan sadar bahwa waktu begitu mulia, begitu agung.
Kini aku telah berdiri lemah-lunglai di pintu gerbang peraduan keremajaan-kedewasaan, Aku hanya bisa termenung,,,,,sesekali sesenggukan....meneteskan bulir air mata yang menyisa,,,,menyesali 21 tahun waktu yang telah aku peluk sia-sia, tak bernilai dan lapuk. Mungkin bernilai, tapi tak sebanding dengan besarnya harapan jika benar-benar aku gunakan semestinya.
Derai air mata yang menderaku detik ini, sebagai pukulan telak atas kemalasanku masa lalu. Bisakah Aku merubah keadaan ??? jika bisa itu tak akan mengubah masa laluku yang kelam. Tak bisa sesempurna apabila aku terbangun diwaktu sejarah telah terukir-berkarat.
Bukanlah Aku menyesali semuanya, tapi dalam waktu yang singkat ini, apa yang akan Aku persembahkan kepada ibundaku sang pejuang. Waktu tenggang telah memudar, kini Aku gugup dalam kebingungan, menempuh kedewasaanku dalam kerapuhan.
Waktu bantulah Aku......!!!
Ibu maafkan Aku.....!!!
(renungan hari Kartini dan menjelang miladku ke-22)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda terinspirasi?