Indonesian Blogger

Banner iskaruji dot com

Jumat, 30 Desember 2011

Gairah belajar (kontemplasi UAS)

Giat Belajar
Hemmmm, pasti masih segar diingatan kita semua, sebuah novel best seller, yang menggugah pembaca, dengan genre baru dalam dunia pernovelan. Mengangkat kehidupan pesantren yang sering dicibir sebagai bengkel para penjahat, lembaga pendidikan strata bawah, marjinal, tapi mampu menancapkan taringnya hingga ke benua amerika.

masterpiece yang terinspirasi dari sebuah perjalanan hidup yang tak mudah, berliku-liku, bahkan berlubang-lubang. Kisah yang mampu menangkat dunia pendidikan pesantren setara bahkan lebih dari pada pendidikan non-pesantren.

Aku ingat bagian dalam novel yang menceritakan bagaimana heboh dan gemparnya ketika pintu gerbang ujian telah dibuka. Pesantren seakan hidup 24 jam non-stop karena para santri sibuk mempersiapkan ujian untuk keesokan harinya, tak ada jam istirahat malam, Semua sudut pesantren terisi oleh para santri dan sentirnya,semua tersihir oleh tegangnya ujian pesantren.

Kemana-mana membawa buku pelajaran, catatan, untuk dihafal atau sekedar dibaca, atau malah hanya dibawa-bawa saja. Malam hari masjid juga penuh dengan para santri, yang tahajjud, belajar atau hanya penggembira saja. Euforia ujian begitu terasa hingga ke dalam sumsum tulang. Seakan memang ujian benar-benar menjadi ajang pembuktian, atau malah “hidup-mati” di pondok.

Dunia ujian yang seakan aku rindukan juga, ingin rasanya hinggap di antara hiruk-pikuk dunia ujian pesantren yang seakan sedang memakai efek kiamat itu. Semua habis-habisan, mati-matian demi untaian-untaian soal ujian. Jikalau aku.....!!!???!!!

Tapi memang sekarang kondisinya sudah berbeda, atmosfer kampus tidak bisa disamakan dengan pesantren. Paradigma mahasiwa tidak mengagungkan ujian sebagai perkara yang wajib diperjuangkan, hanya sebagai formalitas belaka. Skill, pengetahuan, dan kemampuan bukan dihasilkan dari meja kampus. Tapi, diperoleh sendiri, melalui jalan sendiri. Kampus hanya instrumen, transmitter, jembatan bagi para pemborong ilmu.
Jadi, tak usahlah sahirul lail hanya untuk UAS (Ujian Akhir Semester) di Kampus. Nikmatilah dunia mengarang, yang pasti tugas mengerjakan, absen penuh, UTS datang, UAS jawab sekenanya, nilai 3 sudah di kantong, atau minimal lulus. So, Uas?

Haha, kampus. dimana idealismeku. Belajar sekenanya, jerih payah semaunya, tapi hasil? ingin semaksimal-maksimalnya. Hem, Tak ada gairah membumbung untuk menguasai setiap lembar buku-buku kuliah.

Ujian akhir semester ini adalah ujian sebelum ujian semester depan yang memang benar-benar terakhir, setelah itu tak ada lagi ujian semester.

Rindukah???

So, what should you do?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda terinspirasi?