Indonesian Blogger

Banner iskaruji dot com

Jumat, 30 Desember 2011

Renunganku : Cerita ‘Afa dan ‘Afi

Cerita dua sahabat antara ‘Afa dan ‘Afi. ‘Afa memberikan nasihat kepada ‘Afi. 
Merenung
 
 

‘Afi,Tahukah kau?
Membangun relasi sulitnya seperti membangun jembatan suramadu, berpuluh-puluh tahun direncanakan baru tahun 2010 baru bisa dinikmati. seperti mengukir di atas batu, atau memahat kayu. Kalau tidak hati-hati maka akan gagal. Itulah sekelumit deskripsi membangun relasi. Untuk dipercaya dan mampu mengemban amanah, Rasul dimatangkan umurnya 40 tahun. Dalam hemat saya, maksud dari ini bahwa rasul ditunggu mencapai 40 tahun baru dipercaya menerima wahyu pertama.
Jadi jangan sampai egomu menghangus-branguskan relasi yang sudah dibangun dengan susah payah. Ingat, jangan samakan hati orang lain sama dengan dirimu. Kepercayaan orang kepadamu selama ini jangan kau khianati hanya karena egomu. Ingat!
‘Afi, Mengertikah kau?
Memberikan penghargaan sangat ringan tinggal berkata “ idemu brilian”, “bagus...bagus....”, “cerdas...!” tapi entah, seakan sulit bagi lidahmu  untuk memberikan penghargaan bagi  kawanmu yang berprestasi atau memberikan dedikasi, lidah seakan sudah mati untuk memberikan penghargaan, atau karena gila penghargaan sehingga dirimu tidak ingin orang dihargai dengan sepantasnya. Lidahmu sudah terbiasa untuk mengkritik dan menyalahkan orang lain. Sangat sulit untuk menghargai kerja keras orang lain. Entah karena faktor apa, yang pasti ini sudah menjadi laten manusia.
‘Afi, Sadarkah kau?
Selama ini disekelilingmu sangat menghargai dan mencintaimu. Tapi, kenapa seakan kau apatis terhadap mereka, kau sering menyakiti mereka. Dan tidak menghargai mereka. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri dan tidak memikirkan orang lain. Kau seakan ingin senang sendiri dan tidak ingin berbagi dengan orang. Kau berteman hanya kepada orang yang kau list sebagai temanmu Dan memblacklist yang lain. Dengan seenaknya mengatakan dia tak pantas berteman denganmu karena ada hal yang remeh temeh yang terjadi antara dirimu dan dirinya.
‘Afi, fahamkah kau?
Teman yang selama ini bercengkrama denganmu, sejatinya tak akan tega menyakiti hatimu, jadi jangan terlalu sensitif dengan suatu keadaan, anggaplah itu suatu anugrah. Atau kalau kau merasa sakit hati atas perlakuan temanmu, katakan kepada hatimu bahwa itu sekedar guyonan belaka. Jangan kau tampakkan muka sinismu pada mereka, jangan kau tampakan muka tidak senangmu kepada mereka, karena mereka sejatinya sangat sayang kepadamu.

Terima kasih ‘Afa atas nasihatmu. Sekarang aku mulai tahu, mengerti, sadar dan faham. Sekali lagi terima kasih banyak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda terinspirasi?